Sarana dan Prasarana , Pengelolaan, Pembiayaan
Sarana dan Prasarana
Sarana
dan prasarana merupakan bagian penting yang harus tersedia dan terstandar, agar
pelaksanaan kegiatan KKG dan MGMP berjalan sebagaimana mestinya serta
berkualitas. Ada dua kelompok sarana dan prasarana kegiatan KKG dan MGMP yaitu
sarana dan prasarana utama (standar minimal) dan tambahan.
1. Sarana
dan prasarana utama sebaiknya tersedia di Sekolah Inti sebagai pusat kegiatan
KKG dan MGMP. Sarana dan prasarana dimaksud adalah komputer, OHP/LCD proyektor,
telepon dan faximile.
2. Sedangkan
sarana dan prasarana tambahan apabila tersedia di Sekolah Inti, maka kegiatan
KKG dan MGMP diharapkan akan lebih berkualitas. Sarana dan prasarana tambahan
dimaksud adalah Laboratorium IPA, Laboratorium Bahasa, Micro Teaching,
Perpustakaan, Audio Visual Aid (AVA), Handycam, Kamera Digital, Jaringan
Internet, dan Davinet (Digital Audio Visual Network).
Pengelolaan
Ada
tiga jenis program yang dapat dirancang untuk kegiatan di KKG dan MGMP, yaitu
program umum, program inti (program rutin dan program pengembang) dan program
penunjang. Program tersebut harus rinci memuat sejumlah kegiatan untuk setiap
pertemuan. Program untuk satu tahun sekurangkurangnya memuat 12 kegiatan.
Dalam
penyusunan program KKG atau MGMP dipilih program yang menjadi prioritas, baik
program rutin maupun program pengembangan. Keseluruhan program KKG atau MGMP
menjadi tanggungjawab pengurus. POS Penyelenggaraan KKG dan MGMP 22
Masing-masing program sebaiknya mempunyai penanggungjawab program.
Penanggungjawab program bekerja berdasarkan kerangka acuan kerja yang telah
disepakati oleh keseluruhan anggota KKG atau MGMP.
Tugas
penanggungjawab program adalah melaksanakan dan mengelola program sesuai dengan
kerangka acuan kerja. Memilih program prioritas merupakan langkah awal yang
harus dilakukan pengurus dalam rangka pengelolaan program KKG atau MGMP. Selanjutnya
pengurus mengadakan koordinasi dengan Tim Pengembang Kabupaten/Kota untuk
memantapkan program serta pelaksanaannya. Pengurus menyusun proposal kegiatan
yang telah dipilih dan menunjuk penanggungjawab pelaksana serta Tim Pemantauan
dan Evaluasi.
Pembiayaan
Pembiayaan
merupakan salah satu komponen penting untuk terlaksananya program KKG dan MGMP
sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, upaya mengumpulkan dana dari berbagai
sumber sudah semestinya dilakukan KKG dan MGMP. Beberapa sumber dana yang mungkin
dapat dimanfaatkan antara lain: iuran anggota, dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS), APBN, APBD, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan, UPTD Dinas Pendidikan
Kabupaten (di Kecamatan), Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi, LPMP, P4TK,
Direktorat terkait, donatur yang tidak mengikat, unit produksi, hasil
kerjasama, masyarakat, atau sponsor yang sah dan tidak mengikat.
Dana
yang diperoleh KKG dan MGMP dapat dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan rutin
maupun pengembangan melalui mekanisme penggunaan sesuai ketentuan. Semua dana
yang telah dan masih dimiliki KKG dan MGMP harus dipertanggungjawabkan kepada
seluruh anggota melalui pelaporan kegiatan/keuangan yang disampaikan dalam
rapat yang dihadiri anggota KKG atau MGMP.
Mekanisme
yang harus dilakukan untuk pembiayaan operasional KKG dan MGMP adalah rapat
koordinasi antara pengurus KKG atau MGMP. Setelah alokasi penggunaan dana
disusun dengan tepat guna, berikutnya alokasi tersebut POS Penyelenggaraan KKG
dan MGMP 26 disampaikan penanggungjawab program kepada anggota KKG atau MGMP
untuk mendapat persetujuan Ketua KKG atau MGMP. Apabila Ketua KKG atau MGMP
belum menyetujuinya, maka penanggungjawab program harus merevisi alokasi dana
yang diajukan sesuai saran Ketua.
Setelah
direvisi, penanggungjawab program menyampaikan kembali usulan kepada ketua KKG
atau MGMP. Persetujuan ketua KKG atau MGMP menjadi kunci untuk langkah
pengajuan dana berikutnya kepada penyandang dana. Apabila penyandang dana
mengharapkan adanya perbaikan, maka penanggungjawab program harus merevisi
sesuai saran penyandang dana.
Apabila
penyandang dana sudah setuju, maka penanggungjawab program tinggal menunggu
pencairan dana serta mekanisme penggunaan dan pertanggungjawaban penggunaan
dana. Setelah dana cair, penanggungjawab program harus menggunakan dana sesuai
dengan butir-butir alokasi dana yang telah disepakati. Pada akhir kegiatan
penanggungjawab program harus membuat laporan penggunaan dana sesuai ketentuan
dan disertakan dengan laporan pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan yang telah
ditandatangani Ketua KKG atau MGMP.
Belum ada tanggapan untuk "Sarana dan Prasarana , Pengelolaan, Pembiayaan"
Post a Comment